Koalisi Menunggu Dinamika Politik

Jakarta – Gegap gempita pemberitaan wacana koalisi memasangkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid selesai sudah. Silaturrahim Jusuf Kalla pada Kamis(26/2) lalu di Kantor DPP PKS itu belum menghasilkan kata sepakat menuju pilpres 2009.
HNW Online: Menurut anggota Majelis Syuro PKS Dr Hidayat Nur Wahid, koalisi partai untuk memasangkan capres dan cawapres untuk saat ini masih melihat dinamika politik. Hidayat memaparkan sejumlah fakta bahwa, meski PKS-Golkar pernah berkoalisi di sejumlah pilkada namun belum tentu koalisi di pilkada lainnya.
Hidayat mengatakan hal tersebut pada acara Diskusi Pekanan di Kantor DPP PKS Jl Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F, Jakarta. Hidayat menjadi pembicara bersama Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla. Selain Jusuf Kalla, hadir pula Ketua Fraksi Golkar di DPR Priyo Budi Santoso, Fahmi Idris, Burhanudin Napitupulu dan Aksa Mahmud.
“Meski koalisi di daerah sudah terjalin, namun itu belum menjadi tolak ukur yang pasti. Meski di Kepulauan Riau, PKS dan Golkar berkoalisi tapi di Jawa Barat koalisi tidak terjadi. Belum lagi melihat hasil pilkada terakhir di Jawa Timur. Suara koalisi partai besar Golkar-PDIP-PKB bisa dikalahkan koalisi PKS-Demokrat dan PAN,” papar Hidayat.
Faktanya juga, lanjut Ketua MPR, pemilu belum dimulai, partai politik sedang bekerja maksimal untuk mencapai target yang telah ditentukan. Fakta yang lain, MK telah “membatalkan” ketentuan calon anggota legislative sesuai nomor urut sebagaimana yang telah disusun oleh partai politik. Ketentuan itu menjadi suara terbanyak yang akan menjadi anggota legislatif.
“Faktanya juga bahwa untuk mencalonkan presiden dan calon wakil presiden harus lulus presidential threshold. Itu artinya, peta politik masih sangat dinamis,” kata Hidayat.
Namun, dengan bercanda Hidayat mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya koalisi permanen antara dirinya dengan Golkar. Menurutnya saat ini Hidayat bahkan sudah koalisi terlebih dahulu dengan Istrinya, dr Diana, yang keturunan Golkar alias Golongan Keturunan Arab.
Di hadapan fungsionaris PKS dan Golkar, Hidayat mengatakan semoga silaturrahim dan diskusi malam itu merupakan sarana perkenalan yang lebih mendalam lagi antara keluarga besar Golkar dan PKS.
“Malam hari ini adalah mudah-mudahan taaruf yang lebih mendalam lagi, dengan Pak JK, dengan Golkar. Dengan Pak Aksa (Aksa Mahmud) saya lebih terbiasa lagi. Karena beliau wakil saya di MPR. Mudah-mudahan malam ni memberikan suatu pencerahan. Buat kita boleh berbeda-beda politik, tapi tetap tujuan kita sama menjadikan Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera,” pungkas Hidayat.

Recent Comments