Saya Tidak Incar Kursi RI-1 atau RI-2

Sangat sering saya menerima pertanyaan dari masyarakat maupun kalangan pers perihal kesiapan saya menduduki kursi RI-1 atau RI-2. Berulangkali saya menjelaskan, berulangkali pula pertanyaan itu diajukan di lain tempat dan kesempatan. Apalagi, survey-survey selalu menyebut nama saya dalam bursa Capres dan terutama bursa cawapres.
Jika pertanyaannya adalah ihwal kesiapan, saya selalu menjawab, sebagai kader partai saya siap menjalankan apapun yang diamanahkan oleh partai. Baik itu menjadi capres maupun cawapres atau menjadi apapun. Siap juga jika amanah itu adalah untuk mendukung kader lain jika Majelis Syuro memutuskan begitu.
Inilah tradisi dalam menentukan calon pemimpin di tubuh partai dakwah ini. Segala keputusan penting diambil di dalam rapat Majelis Syuro. Karena itu, sepenuh hati saya akan mengikuti kebijakan apapun yang akan diputuskan oleh lembaga tertinggi partai. Sebagai kader, saya siap melaksanakan apapun keputusan PKS.
Kesiapan ini bukan didorong oleh semangat mencari popularitas dan kedudukan. Saya hanya ingin nasib bangsa Indonesia semakin baik. Tidak ada niatan untuk mencari popularitas untuk kegiatan yang selama ini saya lakukan. Karenanya saya juga merasa tidak perlu meningkatkan popularitas seperti yang sebagian orang bayangkan. Jujur ya, saya tidak mempunyai interest dan misi ke arah RI-1 atau RI-2.
Komitmen yang saya miliki, yang telah dirasakan oleh rakyat adalah dengan menghadirkan perilaku politik yang bersih, peduli dan profesional. Saya kira itu bagian yang bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsa ini.
Berjuang untuk umat memang tidak hanya melalui jalur politik. Banyak jalur lain. Tetapi, jalur politik itulah salah satu yang masih saya lakukan sampai hari ini. Justru dengan politik kita bisa membuka lebih luas lagi pintu-pintu untuk memperjuangkan kepentingan umat dan sekaligus kepentingan bangsa. Karena kita berada di Indonesia. Itulah salah satu niat utama saya memasuki ranah politik.

Setuju pak,
Allah sdah mengatur segalanya.
Hanya saja sebagai manusia, terlebih sebagai rakyat Indonesia, saya (atau kami) mendambakan pemimpin bangsa yang Benar, Jujur, Amanah, dan Terbuka.
Alhamdulillah, semua ciri tersebut ada pada diri Bapak.
Semoga Allah memberi yang terbaik untuk Bangsa Indonesia.
Aamiin.
Aamiin. Mohon selalu mengingatkan…